Cari Jurnal

Electronic School Book Program: Providing Quality Textbooks for Indonesian Learners

Ikhsanudin dalam Proceeding 1st International Conference on Language Teaching Materials

It is very important to provide affordable quality textbooks for learners nationwide. In a new democratic society as in Indonesia, such an effort needs comprehensive preparations including the provision/providers, the community`s participation, and the government organization. This paper explores how those attempts have been done in Indonesia, that is how national reform influenced book reform, namely through Electronic school book program. It covers the rationale, legal basis, and implementation. It also explains why the book provider to book regulator and book information center. The last part exposes the problems that have aroused the in the most recent national text book situation and how the government did its best to solve the problems.

Keyword: textbook, electronic book, affordable book, quality, management.

Selengkapnya..

Pengembangan Pembelajaran Mata Kuliah Fisika Inti dengan Pelaksanaan Lesson Study pada Mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untan

Laporan Penelitian Oleh Dra. Haratua T. M. S., MPd, Erwina Oktavianty, S.Pd, Hamdani, S.Pd, dkk

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) memperoleh gambaran tentang kualitas hasil perkuliahan mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Fisika Inti dengan kegiatan lesson study; (2) memperoleh gambaran tentang kualitas proses perkuliahan mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Fisika Inti dengan kegiatan lesson study; (3) memperoleh pengetahuan tentang motivasi mahasiswa dalam belajar dengan dilaksanakannya kegiatan lesson study pada mata kuliah Fisika inti. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian deskriptif yang menggunakan instrumen lembar penilaian angket respon mahasiswa terhadap pembelajaran, tes penguasaan konsep serta lembar observasi. Berdasarkan pembahasan dan refleksi dari penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Implementasi lesson study dapat meningkatkan kualitas hasil perkuliahan; (2) Implementasi lesson studi dapat meningkatkan kualitas proses perkuliahan; dan (3) Kegiatan lesson study pada mata kuliah Fisika Inti dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.

Selengkapnya ...

Proses Pengimbuhan dalam Bahasa Bidayuh-Somu Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat

Ditulis Oleh: Eusabinus Bunau
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura.
Diterbitkan oleh STAIN Pontianak Press dalam Prosiding Mengoptimalkan Potensi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya

Abstrak: Subjek Penelitian ini adalah morfologi dan dibatasi pada salah satu proses morfologi, yaitu proses pengimbuhan dalam Bahasa Bidayuh-Somu. Metode penelitian ini adalah metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data penelitian adalah rekaman dan pemerhatian. Data penelitian ini morfem/alomorf dan kata-kata yang berasal dari cerita-cerita rakyat dan percakapan-percakapan dalam Bahasa Bidayuh-Somu. Sumber data penelitian ini adalah informan yang berasal dari masyarakat penutur Bahasa Bidayuh-Somu. Alat pengumpul data penelitian ini adalah alat rekam dan catatan lapangan. Teknis analisis data penelitian ini adalah deskriptif. Morfem dan/ alomorf awalan pembentuk kata kerja dalam Bahasa Bidayuh-Somu terdiri dari morfem dan/ alomorf: {bu-}, {bur-}, {busi-}, {ku-}, {m-}, {mu-}, {p-}, {n-}, {ni-}, morfem gabung {ni-} + {N} + KtAk, {ti-}, morfem gabung {ti-} + {N} + KtAk, {pasi-} dan {si-}. Morfem dan/ alomorf awalan pembentuk kata benda dalam Bahasa Bidayuh-Somu terdiri dari morfem: {ji-}, {goni-}, {ku-}, morfem gabung {ku-} + N + KtAk, {nenge-}, {pari-}, {pu-}, dan morfem gabung {pu-} + {N} + KtAk dan {ti-}. Bahasa Bidayuh-Somu mempunyai empat buah sisipan yang terletak diantara kata bentukan, yaitu sisipan {-ci-}, {-n-}, {-ng-} dan sisipan {-p-}, dan tiga buah sisipan yang terletak di antara kata akar, yaitu {-in-}, {-ri-} dan sisipan {-ti-}. Bahasa Bidayuh-Somu hanya memiliki satu morfem akhiran pembentuk kata benda, yaitu morfem {ngeh-}.

Kata Kunci: Awalan, morfem gabung, sisipan, akhiran dan morfem terikat-terbagi.

Selengkapnya..

Pengembangan Model One Village One Product Berbasis Usaha Kecil Mikro dalam Membangun Kawasan Industri Terpadu Mandiri Daerah Transmigrasi Rasau Jaya Kalimantan Barat

Laporan Penelitian oleh Dr. Nuraini Asriati, M.Si, Dra. Maria Ulfah, M.Si, dan Drs. Achmadi, M.Si

Penelitian ini merupakan studi pengembangan model program One Village One Product (OVOP) berbasis Usaha Kecil Mikro dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah Transmigrasi menjadi mandiri dengan mencoba Membangun Kawasan Industri Terpadu Mandiri dan mengembangkan produk Unggulan berdaya saing tinggi di pasar domestik dan global.

Dalam jangka panjang penelitian ini bertujuan menyediakan suatu sistem sentra Industri Daerah Transmigrasi menjadi Kawasan Industri Terpadu Mandiri dengan memberdayakan Usaha Kecil Mikro (UKM) melalui pengembangan program One Village One Product. Tujuan tersebut dicapai dalam dua tahun. Tahun I: (1) Pemetaan Produk Unggulan Daerah Transmigrasi Rasau Jaya Kalimantan Barat; (2) Dihasilkannya sebuah pengembangan model One Village One Product; (3) Diterapkannya sebuah pengembangan model One Village One Product oleh Kelompok pengusaha kecil mikro dalam membangun sentra industri daerah transmigrasi; dan (4) Mengembangkan model One Village One Product (OVOP) dengan quality function deployment dalam bentuk laporan. Tahun II: (1) Membangun sentra industri UKM kawasan Industri Terpadu Mandiri; (2) Melibatkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan zona Kawasan Industri dan pola pembinaan UKM; (3) Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional (Bisnis dan Birokrasi UI Jakarta) dan atau Nasional terakreditasi (Mimbar Sosial Unisba Bandung); dan (4) Draft Buku Ajar mata kuliah "Teori Ekonomi Mikro".

Penelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu: Tahap I dengan melakukan: (1) Analisis teoritis pemetaan produk unggulan daerah Transmigrasi; (2) Identifikasi masalah berdasarkan data di lapangan; (3) Pengembangan model One Village One Product (OVOP) berdaya saing tinggi di pasar domestik dan global dengan uji instrumen; (4) Melaksanakan eksperimen model dalam uji terbatas. Tahap II meliputi: (1) Penyempurnaan model dan instrumen; (2) Menumbukan spirit usaha usaha Kecil Mikro (UKM) (3) Terbangun teori sentra Kawasan Industri Terpadu Mandiri (KITM) daerah Transmigrasi. Oleh karena itu, starting point penelitian ini pengembangan model One Village One product dengan QFD berbasis UKM dalam membangun Kawasan Industri Terpadu Mandiri yang dapat mendorong tumbuhnya suatu kota satu produk. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui tiga tahap yaitu tahap pengembangan dan perancangan, tahap uji coba dalam lingkup terbatas dan tahap validasi berupa eksperimental.

Selengkapnya ...

Persepsi Mahasiswa IPS FKIP Universitas Tanjungpura terhadap Pelaksanaan Lesson Study

Laporan Penelitian oleh Drs. Rum Rosyid, MM, Dr. Nuraini Asriati M.Si, dan Drs. Rustiyarso, M.Si

Kegiatan Lesson Study di  FKIP Untan khususnya jurusan Pendidikan IPS baru dilaksanakan mulai pada tahun 2010. Dengan demikian untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan LS memerlukan informasi tentang kegiatan LS yang telah dilakukan. Kegiatan Lesson Study untuk pendidikan ilmu SOsial diarahkan untuk meningkatkan kehidupan demokratisasi masyarakat. Dengan demikian harapan yang besar terhadap praktek pembelajaran yang kaya akan berbagai model pembelajaran seperti LS ini sangat diperlukan.

Pentingnya model Pembelajaran LS karena kedepannya kita perlu terlatih dalam situasi kerjasama antar individu dan masyarakat. Dengan demikian pembelajaran kelompok yang intensif sangat diperlukan untuk melatih keterampilan bekerjasama dalam setiap proses social. Oleh karena itu pembelajaran LS pada dasarnya memperlihatkan kepada peserta didik akan pentingnya kerjasama sosial dan sebaliknya menunjukkan bahwa pembelajaran individual pada dasarnya kurang relevan bagi kehidupan.

Pelaksanaan LS di lingkungan jurusan IPS hingga saat ini telah sekali dilakukan sosialisasi kepada para dosen pada awal tahun 2010 bekerjasama dengan jurusan pendidikan MIPA. Dengan kegiatan praktek pelaksanaan LS sebanyak dua kali. Masing-masing untuk pendidikan ekkonomi koperasi dan untuk pendidikan akuntansi.

Selengkapnya ...

Profil Kinerja Dosen Jurusan Pendidikan IPS FKIP Untan

Laporan Penelitian oleh Dr. Nuraini Asriati M.Si, dkk

Berdasarkan data FKIP Untan Tahun 2012, bahwa mahasiswa program studi pendidikan ekonomi jurusan Pend. IPS sangat membutuhkan bimbingan dari dosen dalam menyelesaikan studinya. Para ahli psikologi menyadari  pentingnya bimbingan akademik dari para dosen dalam rangka peningkatan prestasi belajar mahasiswa agar kualitas pendidikan khususnya di perguruan tinggi dapat diperoleh secara optimal. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka tim peneliti tertarik untuk menentukan profil kinerja dosen pendidikan IPS FKIP Untan. Pijakan pertama terhadap pengukuran kinerja dosen adalah melalui pemeteaan posisi dosen sesuai dengan matriks keahlian.

Selengkapnya ...

Pengembangan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan - SBI dan Model Pembelajaran Deep Dialogue Critical Thingking (DDCT) di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat

Oleh Dr. Nuraini Asriati, M.Si

This research goal to improve the curriculum model of SMK-SBI and teaching learning model of DDCT consist of materials, teaching learning material and assessment include of instrument source of SMK in Border area in West Borneo, SMKN 1 Ketungau Tengah Kabupaten Sintang and SMKN 1 Entikong Kabupaten Sanggau. This research use qualitative approach with variety cases, because this research have many different in characteristic and skill programe which different with SMKN 1 Entikong and SMKN 1 Ketungau Tengah. Collecting data have done by 3 steps of realizations improvement steps and planning, try out and validation step. Research product show that SMKN 1 Entikong capable to implement the SBI Curriculum while SMKN 1 Ketungau Tengah still prepare the first element to SBI. The research product also show that the implementation of teaching learning model and SMK-SBI curriculum to growth of critical thinking student is positive, because case focus based on DDCT approach in teaching learning stress on getting knowledge and experience based on the student itself, so they can discuss and have critical thinking, not only stress on the physical activity but intellectual, emotional, cosial, mentqaly and sprituall which the student can interactive the group in business world and a teacher guess as a productive curriculum stall

Keyword: SMK-SBI, DDCt, in Border West Borneo

Selengkapnya..

Grand Design Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Afektif di Sekolah

Oleh Dr. Nuraini Asriati, M.Si

Secara konseptual maupun empirik, diyakini bahwa afektif memegang peranan penting terhadap tingkat kesuksesan seseorang dalam bekerja maupun kehidupan secara keseluruhan. Meski demikian, pembelajaran afektif justru lebih banyak dilakukan dan dikembangkan di luar kurikulum formal sekolah. Namun hingga saat ini dalam praktiknya, proses pembelajaran di sekolah lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif yang dilaksanakan dengan berbagai pendekatan, strategi dan mmodel pembelajaran tertentu. Sementara pembelajaran secara khusus mengembangkan kemampuan afektif masih kurang mendapat perhatian serius, hanya dijadikan sebagai efek penggiring atau hidden curriculum yang disisipkan pada pembelajaran utama. Sesungguhnya keberhasilan siswa kelak ditentukan 80% dari kecerdasan emosi dan 20% dari kecerdasan intelektual.

Tantangan saat ini dan masa yang akan datang, bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Kebijakan dan implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa sehingga dapat berfungsi sebagai salah satu sumber nilai-nilai yang luhur. Kearifan lokal merupakan modal utama masyarakat dalam mmembangun dirinya tanpa merusak tatanan sosial yang adaptif dengan lingkungan alam sekitarnya. Kearifan lokal dibangun dari nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi dalam struktur sosial masyarakat dan memiliki fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan rambu-rambu untuk berprilaku dalam berbagai dimensi dalam kehidupan. Oleh karena itu, guru harus mampu merancang program pembelajaran dengan memperhatikan ranah afektif sebagai salah satu karakteristik manusia dalam hasil belajar, walau memerlukan waktu yang lama. Terintegrasinya pendidikan karakter dalam muatan keunggulan lokal pada proses pembelajaran, akan sesuai dengan lingkungan yang ada dan dialami peserta didik dalam rangka mengaitkan pembelajaran dengan kejadian nyata sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang bermakna.

Keyword: Pendidikan karakter, kearifan lokal, pembelajaran afektif

Selengkapnya...

Membangun bangsa melalui pendidikan berbasis karakter

Diterbitkan pada Jurnal Pendidikan Karakter Vol.2 No.2 Edisi Juli 2010
Ditulis oleh: Aswandi

Abstrak: Ketika membuka Temu Nasional (Indonesian Summit) 2009 di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan stateman resmi dan meminta Mendiknas Muhammad Nuh; "(1) mengubah metodologi pembelajaran yang lebih berpusat kepada siswa, seperti: cooperatif learning, problem solving base learning, dan diskusi kelas. Metodologi pembelajaran sekarang ini dinilai tidak mendorong siswa menjadi kreatif dan inovatif sehingga sulit memunculkan semangat kemandirian dan jiwa kewirausahaan anak didik; (2) menyelenggarakan pendidikan berbasis karakter. Mendiknas menyatakan akan segera mereformasi sistem pendidikan dan metodologi pembelajaran, tentu mengkaji terlebih dahulu yang sedang diterapkan selama ini", demikian Kompas, 30 Oktober 2009.

FULL TEXT

Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) pada Sub Materi Kelainan dan Penyakit pada Siste Peredaran Darah Manusia di Kelas XI IPA SMA Negeri 6 Pontianak

Diterbitkan di Majalah Ilmiah AL-RIBAATH Vol.7 No.2 Juni 2010
Ditulis oleh: Hairani, Reni Marlina, Ruqiah Ganda Putri Panjaitan

The purpose of this research is to find out the effectiveness of Problem Based Learning (PBL) model on sub material about abnormality and disease of human blood circulation system to the eleventh year IPA student (Class XI IPA) of SMA Negeri 6 Pontianak. The method used in this research is pre experimental design (quasy experimental) namely control group pre-test post-test design. The sampling strategy to be used in this research is cluster sampling, that is all of the population used as sample. The sample of this research consists of two classes, class XI IPA 1 experimental group and class XI IPA 2 as control group. Based on the result of data analysis, the students average score that learnt by using Problem-Based Learning (PBL) model (26,02) is higher than conventional model (19,23). From U Mann Whitney test showed Zvalue = -3,54 meanwhile Ztable = -1,96, this means there is a significant difference between the students average score of experimental group and control group on the level 5%. The score of effect size is 1,04 or can be categorized high, and if it is viewed from the normal graph standard, therefore the teaching learning process through Problem-Based learning (PBL) model gives contribution 35,08% on the students achievement.

Keyword: Effectiveness, Problem-Based Learning (PBL), Abnormality and disease of human blood circulation system.

FULL TEXT

Upaya Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Aktivitas Siswa pada Materi Keanekaragaman Kingdom Plantae di Kelas XC SMAN 4 Pontianak

Diterbitkan di Majalah Ilmiah AL-RIBAATH Vol.9 No.1 Juni 2012
Ditulis oleh: Dwi Novia Mardyanti, Afandi, Ruqiah Ganda Putri Panjaitan

Abstract: This research (Classroom Action Research) has a goal to develop students enquiring concept and students activity at tenth grade student of SMA Negeri 4 Pontianak in learning the diversity of kingdom plantae through reciprocal teaching model. There are two cycles of this research, the first cycle consist of twice meeting, and at second cycle once meeting. Subject of this research is 32 students, consist of 20 females and 12 males. The instruments are objective test in multiple choices which to know students enquiring concept and observation sheet to know students activity. The result showed, at first cycle the average score of the students 64,06 and 67,92 at second cycle. The average percentage of students activity 62,5% in first cycle and 68,5% in second cycle. It concluded that reciprocal teaching model able to improve students enquiring concept and students activity.

Key Words: reciprocal teaching model, lesson of the diversity of kingdom plantae, students enquiring concept, students activity

FULL TEXT

Keragaman Burung di Kawasan Hutan Lindung Gunung Senujuh Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas

Diterbitkan di Majalah Ilmiah AL-RIBAATH Vol.8 No.2 Juni 2011
Penulis: AFANDI, M.YUNAN HAKIM

Abstract: This Study aims to determine the diversity of birds in the protected forest area of the Senujuh Mountain, Sambas regency. The research of method used the point count and line transect. The results of identification obtained by 15 family with 23 species based on direct findings and character voices and 5 family with 8 species based on the results of interviews with people around forest areas that show the whole area has a high diversity of birds.

Key words: Diversity, Bird, Protectedforest area of the Senujuh Mountain

FULL TEXT

Penerapan Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Hasil dan Minat Belajar Siswa Kelas 1 SD

Oleh Haratua Tiur Maria diterbitkan dalam Jurnal Guru Membangun Vol.20 No.1 Edisi Januari 2008

Melalui penerapan pembelajaran tematik dengan mengimplementasikan prinsip Developmentally Appropriate Practices (DAP) menggunakan alat peraga puzzle, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil dan minat belajar siswa kelas 1 SD. Penelitian yang dilakukan di SDN Kotamadya Pontianak terhadap 22 orang siswa dengan bentuk penelitian tindakan kelas, yang menggunakan teknik pengukuran dengan menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk isian singkat, observasi berpedoman serta catatan lapangan ini menunjukkan bahwa kualitas pemahaman konsep dan minat siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS meningkat setelah pembelajaran. Jadi secara umum pembelajaran PKR 211 berbantuan LKS dapat meningkatkan kualitas hasil dan proses pembelajaran.

Pengembangan Collaborative Classroom (Model Pembelajaran Terapi Realitas Pascakonflik Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Kebersamaan Siswa)



Collaborative Classroom dipilih sebagai terapi ralitas sebagai model pembelajaran di kelas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemenuhan kebutuhan emosional individu dengan jalan membantu individu berbuat realistik, dapat dipertanggung jawabkan, dan benar secara normatif. Tujuan ini akan tumbuh dengan adanya keterlibatan emosional, hubungan yang bersifat memelihara yang merupakan perwujudan cinta dan disiplin.


Selengkapnya..

Pengembangan Diri Melalui Pemberdayaan Diri

Oleh Dian Miranda diterbitkan di Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009


Proses pemberdayaan biasanya dilaksanakan dengan dua cara, yaitu secara konseptual dan empirik. Pemberdayaan secara konseptual berarti peningkatan kemampuan menciptakan ide/gagasan atau secara lebih spesifik proses penyadaran diri (self awareness). Selanjutnya pemberdayaan empirik yang dilakukan individu untuk memperbaiki kehidupan dengan cara yang praktis. Langkah-langkah pemberdayaan diri meliputi (1) memeriksa keterbatasan diri, (2) memperluas batas, (3) membangun dialog batin yang positif, (4) mengupayakan dukungan.